PRIA Transgender tidak terima Dipanggil 'Ibu'
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
PRIA Transgender Dipanggil 'Ibu' saat Melahirkan di Rumah Sakit, Kritik Petugas Medis, Ini Curhatnya
Melahirkan di rumah sakit, sosok ini justru marah ketika dipanggil 'ibu' oleh perawat.
Bukan wanita biasa, ternyata sosok yang melahirkan adalah seorang pria transgender.
style="-webkit-font-smoothing: antialiased; -webkit-tap-highlight-color: transparent; border: 0px; box-sizing: border-box; line-height: 1.5; margin: 0px auto; outline: 0px; padding: 0px 0px 20px; text-align: start; text-rendering: auto; text-size-adjust: none; vertical-align: baseline;">Pria transgender bernama Bennett Kaspar-Williams ini meluapkan kekesalannya pada pihak rumah sakit yang telah memanggilnya ibu.
Melansir New York Post, Bennett melahirkan bayi laki-laki melalui operasi caesar.Bayi laki-laki tersebut merupakan anak Bennett dengan suaminya, Malik.
Kelahiran anak laki-laki Bennett ini membuatnya sangat bahagia dan bersyukur.
style="-webkit-font-smoothing: antialiased; -webkit-tap-highlight-color: transparent; border: 0px; box-sizing: border-box; line-height: 1.5; margin: 0px auto; outline: 0px; padding: 0px 0px 20px; text-align: start; text-rendering: auto; text-size-adjust: none; vertical-align: baseline;">Namun ternyata di balik kebahagiaan tersebut, Bennett merasakan kekesalan lantaran dipanggil 'ibu' oleh perawat rumah sakit.
Kini menjadi orangtua, Bennett mencurahkan kekesalannya selama hamil dan melahirkan.
“Tidak ada yang benar-benar tahu apakah memiliki anak bisa terjadi sampai Anda mencoba, dilahirkan dengan rahim tidak membuat hamil atau mengandung,” ujar pria berusia 37 tahun ini.
Bennett lanjut meluapkan pendapatnya mengenai panggilan seorang ibu.“Itulah mengapa sangat penting bagi kita untuk berhenti mendefinisikan 'kewanitaan' dalam istilah 'keibuan,' karena itu adalah kesetaraan yang salah bahwa semua wanita bisa menjadi ibu, bahwa semua ibu mengandung anak-anak mereka, atau bahwa semua orang yang mengandung anak adalah ibu," lanjutnya.
Pria asal LA ini pun menceritakan perjalannya menjadi seorang transgender.
Bennett menceritakan bahwa dirinya menjadi seorang transgender pada tahun 2011.
Ia mulai bertransisi di tahun 2014.
Menjadi seorang transgender, Bennett mengeluarkan uang sebesar USD 5 ribu untuk melakukan operasi di tubuh bagian atas.
Sedangkan tubuh bagian bawah tak dioperasi oleh Bennett.
Menjalani operasi pengangkatan payudara, Bennett merasakan kebebasan.Bennett tak pernah menyangka operasi payudaranya yang ia jalani ternyata justru membuatnya sangat lega.
"Itu benar-benar bebas. Saya tidak pernah menyangka betapa melegakannya ketika itu hilang.
Itu adalah beban yang sangat besar di pundak saya," ujar Bennett menceritakan operasi pengangkatan payudara yang dijalaninya.Tak berhenti sampai di situ, Bennett juga menjalani sederet proses untuk bisa hamil.
Terlebih kehamilannya cukup menantang mengingat ia mengubah gendernya.
Di balik semua itu, ada kegelisahan yang dirasakan oleh Bennett yakni cara para petugas medis yang terus mengasumsikan soal jenis kelaminnya.
“Satu-satunya hal yang membuat saya bingung tentang kehamilan saya adalah kesalahan gender yang terjadi ketika saya mendapat perawatan medis untuk kehamilan,” katanya."Bisnis kehamilan. Ya, saya katakan bisnis, karena seluruh institusi perawatan kehamilan di Amerika berpusat pada penjualan konsep 'keibuan' ini sangat terkait dengan gender sehingga sulit untuk menghindari kesalahan gender," lanjut Bennett.
Orang-orang tak akan bisa memanggil Bennett dengan sebutan ibu setelah melihat penampilannya.
Bennett sendiri tampil dengan dada rata dan janggut yang dipenuhi rambut."Orang-orang tidak bisa tidak memanggil saya 'ibu' atau 'ma'am'," ujarnya.
Bennett sendiri merasa dirinya merupakan seorang ayah yang melahirkan anaknya sendiri.Ia pun merasa bangga anaknya memiliki seorang ayah dan juga papa.“Tidak ada yang terasa lebih kuat ketika bisa mengatakan saya adalah seorang ayah yang melahirkan anak saya sendiri.
Bagi anak saya, tidak ada yang lebih alami dan normal selain memiliki Ayah dan Papa,” katanya.
Jika sang anak beranjak dewasa nanti, Bennett yakin kalau sang anak akan menyadari selama ini ayahnya lah yang sudah merawat dan mengurusnya.
"Dan ketika dia cukup dewasa, dia juga akan mengetahui bahwa Ayah-nyalah yang menggendong dan merawatnya sehingga dia bisa datang ke dunia ini," pungkasnya.

- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar